Saturday, March 7, 2009

Topik: Setiakah Kamu?

Say It Out Loud Maret 2009

Kesetiaan. Kata yang teramat mahal. Hubungan asmara memang merupakan suatu proses dan dinamika yang menciptakan begitu banyak kondisi di antara dua manusia yang menjalaninya. Apakah kamu pernah terpeleset dalam lembah perselingkuhan? Jika ya, bagaimana kamu (dan pasangan) menghadapi problem perselingkuhan tersebut? Atau mungkin kamu selalu setia dengan kekasih satu-satunya dan tersayang. Kalau pun seperti itu, bagi sedikit dong resepnya seperti apa. Mari sebarkan kisah kepada sahabat-sahabat lesbian lain. Mungkin kita dapat memetik pelajaran berharga bersama-sama...

Deadline: 31 Maret 2009

Kirim ke jejak_artemis@yahoo.co.id dan alex58id@yahoo.com

Setia? Aku mencoba untuk selalu setia. Hal ini aku lakukan bukan karena sifatku yang memang sulit jatuh cinta kepada seseorang, maksudnya aku cuma bisa jatuh cinta pada seseorang kalau aku telah mengenalnya dalam kurun waktu yang lamaaaaaaaaaaaaaaa banget, tapi juga karena aku punya kebiasaan ngigo. Kalau dah ngigo, tanpa sadar aku bakal ngoceh-ngoceh semua hal yang ada di otakku mulai dari masalah-masalah kantor, orang-orang yang aku sebel, sampai tempat biasa aku menyembunyikan camilan (itu loh, makanan yang diharamkan partner karena takut penyakit radangku kumat). Jadi gimana mau selingkuh? jangan-jangan, baru mulai melirik cewek, partner dah tahu lengkap selengkap-lengkapnya tentang identitas tu cewek.
Tapi yang jelas, yang paling mendasari kesetiaanku kepada Partner adalah karena aku merasa CUKUP. Tak jarang Partner tampil begitu menyebalkan dan semberawut. Juga tak jarang para perempuan di sekitarku tampil begitu menyenangkan dan terlihat sangat cantik. Tapi, tiap kali melihat rumput tetangga yang hijau, hatiku selalu mengucap kata "cukup!". Cukup satu saja! Cukup satu orang yang bawain aku makanan sebab kalau ada dua orang yang bawain, aku jadi tambun dalam sekejap. Cukup satu orang yang menemaniku nonton DVD, sebab kalau ada dua orang aku jadi bingung mau bersender di bahunya siapa. Cukup satu orang yang manja denganku, sebab kalau ada dua orang yang ingin dimanja, bisa-bisa aku tidak punya waktu untuk dimanja. Cukup satu orang yang aku antar ke sana ke mari, sebab kalau ada dua orang yang minta antar, aku bakal mati muda. Punya pacar satu aja dah repot, apalagi banyak. Jadi aku ingin setia. Biar lebih fokus, maka cukup satu saja.
(De Ni)

Setia? Jujur, aku pernah selingkuh dua kali. Aku tidak bangga dengan perselingkuhanku itu. Tapi menjadi setia memang susah. Pernah kupikir menjadi lesbian lebih beruntung daripada kaum straight karena kita tidak bisa menikah. Tidak ada ikatan hukum yang membuat kita harus setia. Tapi setelah melakukan perselingkuhan dua kali dan dua-duanya berakhir dengan kepedihan di hati banyak manusia, saya tersadar bahwa saya memang harus belajar bersetia. Saya kagum dengan teman-teman lesbian yang bisa setia dan bertahan dalam hubungan pacaran yang lama. Semoga saya dapat setia dalam hubungan saya selanjutnya. Doakan ya!
(Lala)