Tuesday, February 9, 2010

Topik: Single And Happy

Say It Out Loud Februari 2010

Valentine buat sepasang kekasih? Aduh, bosan sekali. Bagaimana justru di bulan Cinta ini para lesbian memberi spotlight buat para lajang yang nggak cengeng tanpa kekasih dan berbahagia? Pacar akan datang pada waktunya kok. Bosan nggak sih melihat lesbian yang termehek-mehek melulu gara-gara percintaan? Bosaaaan, JRENG! Sampe mau muntah! Bukankah saatnya untuk menunjukkan bahwa lesbian berani hidup sendiri dan bisa asyik-asyik aja? Yuk, bagi pengalamannya sebagai si lajang yang happy dan hidup sehat.

Kirimkan kepada redaksi@sepocikopi.com

Deadline: 28 Februari 2010

Kalau dipikir-pikir seperti kebetulan yang tidak disengaja, aku tidak pernah bisa merayakan hari Valentine dengan pasanganku, tapi dengan keluarga. Entah kenapa Aphrodite belum menyuruh Cupid untuk menembakkan panah asmara sehingga status single but happy ini segera tergantikan di hari Valentine. Walau begitu, aku bersyukur meski tanpa kehadiran kekasih tercinta, aku merayakannya dengan wanita yang paling kukasihi di dunia yaitu my beloved Mom atau di kala lain bersama sahabatku yang paling kental.

Sebelumnya aku memang mempunyai seorang partner. Hubungan kami sangat hangat dan berjalan begitu baik. Akan tetapi, ketika memasuki bulan ketujuh, banyak masalah dan kesalahpahaman. Cekcok semakin sering terjadi. Dan pada akhirnya kami mengambil keputusan untuk berpisah, daripada kami saling menyakiti lebih dalam lagi. Alhasil, tahun ini aku seorang diri.

Kebetulan Hari valentine tahun ini bersamaan dengan hari raya Imlek. Aku memilih merayakan Imlek bersama keluarga dan tidak lupa menyiapkan kejutan kecil Valentine untuk Mom. So, i'm not completely alone on Valentine's day. Bagi teman-teman yang kebetulan jomblo, Valentine's day is not always about couple. You can share it with family or best friends. I'm sure you can do something fun with them.
(Fortune Duck)

Friday, January 8, 2010

Topik: Happy Birthday to You!

Say It Out Loud January 2010

Januari adalah bulan yang penting loh. Selain disebut sebagai bulan yang mengawali tahun, tentu saja menandakan semangat dan cita-cita baru. Di bulan Januari ini, majalah on-line kesayangan kita semua SepociKopi berulangtahun. Siapa saja yang juga ulangtahun di bulan Januari? Yuk, kita pesta bareng-bareng di sini. Coretkan tulisan-tulisanmu tentang ucapan ultah buat SepociKopi atau teman lesbianmu yang juga berulang tahun di bulan Januari ini. Selamat ulangtahun, semoga bahagia dan sukses selalu yaaa!

Deadline: 31 Januari 2010

Kirimkan kepada redaksi@sepocikopi.com

Aku paling antusias dalam mengingat hari ulang tahun sahabat-sahabatku. Aku selalu menikmati momen-momen memberikan ucapan selamat kepada yang berulang tahun melalui sms pada tengah malam. Dan aku senang memberikan ucapan secara langsung, sembari memelukan hangat dan menciuman tulus di pipi, menandakan ikut bergembira di hari spesial. Dan puncak kesenanganku adalah melihat mereka membuka bungkusan kado dariku, ekspresi wajah yang senang dan bahagia itu menjadi bahagiaku juga.

Tapi sayang sekali, pada dua kali kesempatan ulang tahun sahabat, aku tidak bisa bertemu mereka secara langsung. Yang bisa kulakukan hanyalah mengirimkan sms pada tengah malam saja. Kebetulan hari ini adalah ulang tahun seorang sahabat. Aku akan mendoakannya dari sini saja. Aku berharap the birthday wish that she made will come true. Semoga ulang tahun kali ini menjadi sangat berkesan baginya. (terlihat dari banyaknya teman yang posting wishes di fb-nya, hehe....)

Pada kesempatan kali ini, aku ingin mengucapkan happy birthday kepada semua yang berulang tahun di bulan Januari. Semoga apa yang menjadi harapan teman-teman dapat terwujud. I'd like to dedicate my wish to Velvet. Happy birthday, girl.
(Shinohara Rin)

Monday, December 14, 2009

Topik: Pernikahan


Say It Out Loud December 2009

Menikah. Kata momok dan menyebalkan bagi banyak lesbian. Menikah dalam konteks ini tentu saja menikah secara heteroseksual, bukan homoseksual. Perjuangan untuk mengelak dari gerbang pernikahan atau terpaksa memasukinya memiliki banyak kisah klasik yang bisa diceritakan berulang-ulang dari tahun demi tahun dalam generasi lesbian. Kesempatan kali ini, marilah bercerita tentang bagaimana dan apa arti pernikahan bagimu? Cerita yuk bagaimana kamu menghadapi dilema pernikahan ini. Mungkin kisahmu menjadi inspirasi bagi teman-teman semuanya. Mariii...

Deadline: 31 Desember 2009

Kirimkan kepada redaksi@sepocikopi.com

Aku menikah karena paksaan orangtua dan nggak bahagia. Aku lagi memikirkan serius hendak bercerai dengan suami. Untung aku punya pacar yang setia padaku. Biarpun kami sempat putus sewaktu aku menikah, tapi dia tidak benar-benar bisa meninggalkanku. Demikian juga denganku. Aku berencana bercerai kalau uang yang kukumpulkan cukup. Berdua bersama pacar dan anakku, aku akan hidup bersama. Doakan ya!
(Agustina)

Friday, November 6, 2009

Topik: Clique, Clique, Clique!

Say It Out Loud November 2009

Pertemanan lesbian tidak ada bedanya dengan pertemanan kaum hetero. Ada gank atau clique yang dibentuk oleh sesama manusia yang merasa cocok satu sama lain. Enggak masalah dan sah-sah saja untuk bergaul dengan orang yang sama melulu. Kalau udah cocok, mau diapain lagi. Ya nggak? Tapi buruknya dari nge-gank atau nge-clique adalah terjadi persaingan atau gosip-menggosip yang tidak sehat antara satu clique dengan clique yang lain, dan juga keekslusifan terasa sangat kental sehingga ketika terjadi perpecahan, anggota clique yang "terbuang" tiba-tiba tak memiliki teman lagi. Bagaimana kisah-kisah clique teman-teman lesbian semuanya? Yuk cerita bareng pengalaman nge-clique kamu atau pendapat kamu tentang fenomena nge-clique! Jangan ragu-ragu yaaaa!

Deadline: 30 November 2009

Kirimkan kepada redaksi@sepocikopi.com

Memiliki terlalu banyak teman lesbian dalam satu gank hanya membuat hidup saya susah rasanya. Perselingkuhan, pertengkaran, sharing partner, saling menggosip, atau ada yang diam-diam mencari lelaki lalu hamil. Apakah hal ini sudah identik di dunia lesbian? Banyak juga yang menjerumuskan diri di narkoba dan tidak lupa party, party, party. No private life. Semuanya jadi bahan bicaraan. Akhirnya, ketika saya mencoba untuk diam sejenak dan fokus pada pekerjaan dan masa depan, apakah teman-teman se-gank saya akan diam saja? Oh tentu saja tidak. Mereka akan lebih bergosip ria, meledek pekerjaan saya, meledek dan mentertawakan semuanya tentang saya. Sungguh "sahabat baik" bukan? Selalu di ingat dan di jadikan bahan omongan.

Teman baik saya seorang straight dan teman baik pasangan saya juga seorang lesbian yang dia kenal sejak dia kecil. Dan terasa hidup saya jauh lebih lega ketika saya mulai menjauh dari para "sahabat" saya itu, yang dari dulu pasangan saya tidak pernah suka. Tentu saja, sampai sekarang saya masih mencari sahabat, yang baik, yang bisa berpikiran luas, dan dewasa yang bisa diajak sharing, pergi holiday bersama, jalan-jalan kuliner, dan lainnya tanpa ada pikiran busuk. Anyone?
(Anteos)


Nge-gank sudah bisa kulakukan sejak SMA. Siapa sih yang tidak punya gank? Manusia kan makhluk sosial, sudah pasti mereka tertarik untuk menjadi bagian dari grup. Gank SMA-ku sudah tercerai berai, sempat ketemu lewat Facebook, tapi rasanya udah nggak pernah sama lagi. Gank kuliah masih bertahan sampai sekarang, tapi jumlahnya mengecil. Dulu ada tujuh orang, sekarang tinggal tiga. Sementara gank lesbian? Gank lesbian nggak sama dengan gank SMA atau kuliah, karena sifatnya berpindah-pindah. Beberapa bulan dekat sama si tiga orang, beberapa bulan selanjutnya yang tiga orang itu berpacaran, jadi hubungan renggang. Pindah dengan kelompok lain, lalu terjadi peregangan. Begitu seterusnya. Ada sih teman lesbian yang selalu bersama, tapi jumlahnya cuma satu orang saja :P Gank-gank lesbian ini memang kelihatan jelas di mana-mana, tapi biasanya para gank ini terbuka menerima teman, nggak eksklusif maksudnya. Yang ekslusif sih mungkin amat sangat private, mereka membatasi perkenalan mereka dengan sesama lesbian. Menghadapi yang eksklusif seperti itu, aku sih mendingan menjauh aja, nggak usah dekat-dekat. Yang aku paling nggak suka dari nge-gank ini adalah gosip di antara sesama, yang pastinya nggak jauh-jauh dari dunia lesbian. Kadang muak juga ngomongin hal yang sama terus menerus, tapi daripada nggak ada teman lesbian, aku bertahan bersama teman-teman lesbianku.
(Mango)

Tuesday, October 6, 2009

Topik: Jatuh Cinta Pandangan Pertama

Say It Out Loud October 2009

Percaya enggak dengan jatuh cinta pada pandangan pertama? Ada yang bilang tidak mungkin! Ada yang bilang ah, mungkiiiin. Jatuh cinta pada pandangan pertama memang berkesan, takkan mungkin terlupakan. Entah apakah akhirnya kita bakalan jadian dengan si dia atau tidak, jatuh cinta pandangan pertama emang dasyat. Bagaimana dengan kamu, pernah tidak mengalami jatuh cinta seperti itu? Mari bagi ceritanya, tulis pengalaman dan isi hatimu yang kaurasa saat kau melihat seseorang di ujung sana yang membuat hatimu porak poranda pada tatapan pertama. Cihuuuy...

Deadline: 31 Oktober 2009

Kirimkan kepada redaksi@sepocikopi.com

Soal jatuh cinta pada pandangan pertama, aku ingat banget pertama kali bertemu mantan di Hivos, dia tidak memperhatikan saya, tapi buat saya saat itu, chemistry-nya tinggi banget. Pas dia keluar untuk telponan, saya nggak bisa lepaskan pandangan mata dari dia. Sedikit banyak di hati saya bilang, saya akan bertemu dengan dia lagi. Benar saja, weekend berikutnya, kawan saya mengajak untuk kumpul di Ratu Plaza, dia juga ada di sana. Kami mengobrol biasa-biasa saja sih, tapi saat itu saya bisa lihat dia mulai tertarik sama saya. Kebetulan, pas kita lagi pisah, HP kawan saya lowbat, jadi dia gunakan HP mantan saya. Saya tersenyum, nggak perlu repot nanya nomer teleponnya. Kita akhirnya jadian, sempat tinggal bersama, dua tahun, sekarang kita udah kayak sister aja sih.
(Kimi Boi)

Rasanya seperti apa ya? Pokoknya gila banget! Ehm, aku ingat waktu jatuh cinta pada pandangan pertama sama orang yang sangat kusayangi. Tempatnya waktu kampusku lagi mengadakan acara festival nge-band dengan band-band kampus lain. Dia adalah salah satu penyanyi. Suaranya keren dan penampilannya cool abis. Aku langsung jatuh cinta sama dia saat itu juga! Tadinya udah mau pulang karena takut kehujanan, tapi enggak jadi gara-gara tergoda menonton penampilannya di panggung. Hujan memang turun pada akhirnya, aku rela berbasah-basahan untuk mengejar sang idola dan berkenalan dengannya. Memang niat banget sih. Kalau diingat-ingat lagi, aku selalu tersenyum. Hasilnya? Aku sempat pacaran denganya selama 8 bulan. Sekarang biarpun udah putus, dia tetap jadi temanku (mantan) yang asyik diajak gaul dan jalan. Nggak kapok jatuh cinta pada pandangan pertama lagi!
(Susan)

Tuesday, September 8, 2009

Topik: Oh, Mantan!

Say It Out Loud September 2009

Siapa yang punya mantan? Tunjuk jari biar kelihatan! Banyak lesbian memiliki mantan dong. Coba pikirkan bagaimana hubunganmu dengan mantan, baik mantan dirimu sendiri atau mantan pasanganmu: apakah baik-baik saja, bersahabat, tetap berhubungan, menjaga jarak, atau malah saling membenci? Punya cerita asyik, konyol, pedih, atau malah menarik tentang sang mantan? Tulis dong ceritanya, biar kita semua bisa berbagi pengalaman dan teknik cara menghadapi mantan. Yuk yak yuuukkk....!!!

Deadline: 30 September 2009

Kirimkan kepada redaksi@sepocikopi.com

Sudah hampir enam bulan aku dan mantan tidak bersama lagi, sejak dia lebih memilih mantan kekasihnya, sejak dia meninggalkanku begitu saja, sejak dia meninggalkan luka yang tak kunjung pulih. Selama enam bulan perpisahan itu aku mencoba mencari cinta lain, berkelana pada padang asmara yang gersang. Namun setelah aku mencoba bangkit dari sakit hati, tiba-tiba mantan kembali menawarkan cintanya, menanyakan cintaku yang dulu, meminta maaf hingga bersedia bersujud di hadapanku. Tapi tidak, aku hanya bersedia menjadi teman dan hanya sebatas teman. Kubiarkan cintaku terkubur bersama sakit yang ia tancapkan, dengan segala tuduhan yang ia siram. Sekeras apa pun usahanya menumbuhkan rasa, aku tidak ingin kembali pada mantan, apalagi setelah aku mendapatkan pengganti yang baik hati menawarkan hatinya untuk menyembuhkan lukaku.
(ligX)

Sunday, August 2, 2009

Topik: Kemerdekaan Pengakuan Diri

Say It Out Loud Agustus 2009

Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan. Sebagai bangsa yang merdeka, kita pun turut merayakan kemerdekaan. Kapan seorang lesbian merayakan kemerdekaannya? Tentu saja hari di mana dia memiliki kesadaran bahwa dia adalah perempuan yang berbeda dari kebanyakan; perempuan istimewa yang memiliki orientasi seksual dengan sesama jenis. Sahabat lesbian, ingat hari bersejarah itu? Ingat rasa ketakutan, jantung berdebar-debar, semangat tinggi, hati plong, kecemasan berlebih, atau perasaan-perasaan janggal serta aneh lainnya? Apakah kau menandai hari penting itu di kalender hidupmu? Yuk, bagi ceritanya! Kita akan merayakan kemerdekaan pengakuan diri kepada diri sendiri...

Deadline: 31 Agustus 2009

Kirimkan kepada: redaksi@sepocikopi.com

Menurut saya, kemerdekaan pengakuan diri saya sejak saya pindah ke Amerika. Ya sebenarnya saya kuliah, tapi keterusan sampai akhirnya bekerja di negeri ini. Saya mulai mengerti tentang hak-hak LGBT dan status saya sebagai perempuan lesbian. Saya coming out kepada orangtua saya. Dan sejak saat itu saya tidak pernah bersembunyi-sembunyi lagi.

Di sini saya bergabung dengan beberapa teman-teman LGBT, khususnya lesbian. Sekarang saya memiliki pacar berwarganegara Singapore yang memiliki green card Amerika. Sama seperti saya, kekasih juga sudah coming out kepada keluarganya. Saya sedang mengupayakan memiliki green card juga, menjadi warganegara Amerika dan kemudian kami akan menikah di negara bagian yang telah melegalkan pernikahan sesama jenis. Setelah itu salah satu dari kami akan hamil. Demikian rencana saya dan kekasih di masa depan. Semoga terlaksana!
(Berta Danarto)

Aku sudah memperhatikan perempuan itu sejak hari pertama aku masuk kampus. Kulitnya kecokelatan tapi bersinar. Matanya agak sipit dan rambutnya panjang tergerai. Suatu hari dia mengajak aku belajar bareng bersamanya. Hati ini senang sekali! Sejak saat itu kami nggak terpisahkan. Waktu aku ulangtahun dia memberikanku setangkai bunga mawar dan... satu kecupan lembut di bibir. Aku terpana dan bahagia sekali. Ulangtahunku yang terindah dari seluruh ulang tahun sebelumnya. Menurutku kecupan itu menandakan kemerdekaan perasaanku kepadanya. Kemerdekaan diri menyadari orientasi seksualku yang berbeda dari kebanyakan. Aku sudah capek menyimpannya selama bertahun-tahun. Terima kasih kepada yayang yang mendeklarasikan kemerdekaanku. I love you honey!
(Korneli)